MAKALAH PERTANIAN : PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT)

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT)

 

A. Pendahuluan

  1. Latar belakang

Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Organisme pengganggu tanaman merupakan salah satu penghambat produksi dan penyebab ditolaknya produk tersebut masuk ke suat negara, karena dikawatirkan akan menjadi hama baru di negara yang ditujunya. Berdasarkan pengalaman, masih adanya permasalahan OPT yang belum tuntas penanganannya dan perlu kerja keras untuk mengatasinya dengan berbagai upaya dilakukan, seperti lalat buah pada berbagai produk buah dan sayuran buah dan virus gemini pada cabai. Selain itu, dalam kaitannya dengan terbawanya OPT pada produk yang akan diekspor dan dianalis potensial masuk, menyebar dan menetap di suatu wilayah negara, akan menjadi hambatan yang berarti dalam perdagangan internasional.

Petani sebagai pelaku utama kegiatan pertanian sering menggunakan pestisida sintetis terutama untuk hama dan penyakit yang sulit dikendalikan, seperti penyakit yang disebabkan oleh virus dan patogen tular tanah (soil borne pathogens). Untuk mengendalikan penyakit ini petani cenderung menggunakan pestisida sintetis secara berlebihan sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Hal ini dilakukan petani karena modal yang telah dikeluarkan cukup besar sehingga petani tidak berani menanggung resiko kegagalan usaha taninya. Baca entri selengkapnya »

MAKALAH PSIKOLOGI : PROGRAM PENDAMPINGAN KARYAWAN (EMPLOYEE ASSISTANCE PROGRAMME) : SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MEMBANTU PENGEMBANGAN KOMPETENSI INDIVIDU DAN ORGANISASI

PROGRAM PENDAMPINGAN KARYAWAN (EMPLOYEE ASSISTANCE PROGRAMME) : SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MEMBANTU PENGEMBANGAN KOMPETENSI INDIVIDU DAN ORGANISASI

Oleh L. Verina H. Secapramana

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstrak

Perhatian terhadap manusia menjadi salah satu isu dari globalisasi. Perusahaan perlu membangun kompetensi dalam bidang organisasi, manusia dan budaya, serta manajemen dan kepemimpinan. Peran dari organisasi adalah untuk mendukung proses pemberdayaan manusianya melalui peningkatan pendidikan kesehatan mental, konseling, dan berbagai pelayanan informasi lain kepada karyawan sebagai asset organisasi. Program pendampingan karyawan adalah suatu fasilitas konseling bagi seluruh jajaran karyawan yang diprakarsai oleh Ford Motor Company pada tahun 1914. Dari survey terhadap masalah karyawan ditemukan adanya hubungan antara masalah karyawan dengan perilaku organisasi. Bila pada awalnya program ini berfungsi untuk membantu karyawan dalam menangani masalahnya hingga pemberian konseling dan terapi bagi yang membuuthkan, maka dalam perkembangannya kemudian program ini dihubungkan dengan kinerja karyawan, praktek manajemen dan gaya kepemimpinan, pelatihan bagi supervisor, dan untuk mendukung karyawan dari seluruh jajaran. Pada akhirnya hasil dari program ini akan mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi dan perolehan profit yang lebih besar bagi perusahaan.

Baca entri selengkapnya »

MAKALAH ABK : DETEKSI DINI AUTIS PADA ANAK

 DETEKSI DINI AUTIS PADA ANAK 

  

Abstrak

Masalah kesehatan jiwa menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan sumber daya manusia khususnya pada anak dan remaja yang merupakan generasi yang harus dipersiapkan sebagai sumber kekuatan bangsa. Gangguan jiwa pada anak dan remaja akhir-akhir ini terus meningkat, hampir 20% anak-anak terdeteksi mengalami gangguan jiwa.

Salah satu masalah kesehatan jiwa pada anak yang meningkat akhir-akhir ini adalah autis. Autism adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Dalam artikel ini dibahas tentang cara deteksi dini terhadap autism, sehingga masalah autism dapat segera diatasi sedini mungkin.

 

 Pendahuluan

 Latar Belakang

 Masalah kesehatan jiwa Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: