KUALIFIKASI PENDIDIKAN GURU


PENDAHULUAN

Pendidikan yang ermutu memiliki kaitan kedepan (Forward Linkage) dan kaitan kebelakang (Backward Linkage). Forward Linkage berupa bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utma untuuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan banbgssa-bangsa yang memiliki sistem fan praktik pendidikan yang bermutu. Backward linkage berupa bahwa pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermut, yakni guru yang profesional, sejahtera dan bermartabat.

Karena keberadaan guru yang bermutu merupakan syarat mutlak hadirnya sistem dan praktik pendidika yang berkualitas, hampir semua bangsa di dunia ini selalu mengembangkan kebijakan yang mendorong keradaan guru yang berkualitas. Salah satu kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah dibanyak negara adalah kebijakan intervensi langsung menuju peningkatan mutu dan memberikan jaminan dan kesejahteraaan hidup guru yang memadai. Beberapa negara yang mengembangakan kebijakan ini bisa disebut antara lain Singapura, Korea selatan, Jepang dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut berupaya meningkatkan mutu guru dengan mengembangkan kebijakan yang langsung mempengaruhu mutudengan melaksanakan sertifikasi guru. Guru yang sudah ada harus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertikasi propesi guru.

  1. Latar Belakang

Ketika pemerintah meluncurkan UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), pemerintah akan memberikan tunjangan profesi yang setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat masa kerja dan kualifikasi yang sama. Untuk mendapatkan tunjangan propesi, seorang guru harus memiliki sertifikat pendidik.

Di Indonesia menurut UU RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, sertifikat pendidik dinerikan kapada giuru yang tekah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sertifikat pendidik diberikan kepada seoranng yang telah menyelasaikan program pendidikan propesi pendidik dan lulus uji sertifikasi pendidik. Dalam hal ini ujian sertifikasi pendidik dimaksudkan sebagai kontrol mutu hasil pendidikan, sehingga seseorang yang dimyatakan lulus dalam ujian sertifikasi pendidik diyakini mampu melaksanakan tugas mendidik, mengajar, melatih, membimbing dan menilai hasil belajar pserta didik.

  1. Tujuan

  • Untuk meningkatkan kualitas guru yang pasda akhirnya diharapkan pada penigkatan mutu pendididkan

  • Untuk meningkatkan mutu dan menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudlkan tujuan pendidikan nasional

  1. Manfaat

Setelah membaca dan menelaah makalah ini, penulis bsa memahami akan isi Undang-undang tentang guru dan dosen, serta kualifikasi pendidikan guru Sekolah dasar.

BAB 2

PEMBAHASAN

  1. KUALIFIKASI PENDIDIKAN GURU SD

Indonesia pada tahun 2005 telah memiliki undang-undang guru dan dosen, yang merupakan kebijakan untuk interfensi langsung meningkatkan kualitas kompetensi guru lewat kebijakan keharusan guru memiliki kualifikasi Strata 1 atau D4 dan memiliki sertifikat propesi. Dengan sertifikat propesi ini pula guru berhak mendapatkan tunjangan propesi sebesar satu bulan gaji pokok guru. Disamping UUGD juga menetapkan berbagai tunjangan yang berhak diterima guru sebagai upaya peningkatan kesejahteraan finansian guru. Kebijakan dalam UUGD ini pada intinya adalah meningkatkan kualitas kompetensi guru seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka.

Sudah barang tentu, setelah cukup lama melakukan sosialisasi UUGD ini, patut mulai dipertanyakan apakah sertifikasi akan secara otomatis meningkatkan kualitas kompetensi guru, dan kemudian akan meningkatkan mutu pendidikan? Adakah jaminan bahwa dengan memiliki sertifikasi, guur akan lebih bermutu?

Pertanyaan ini penting untuk dijawab secara kritis analatis. Karena bukti-bukti hasil sertifikasi dalam kaitan dengan peningkatan mutu guru berfariasi. Di Amerika Serikat kebujakan sertifijkasi bagi guru belum berhasil meningkatkan kualitas kompetensi guru, hal antara lain dikarenakan kuatnya resistensi dari kalangan guru sehingga pelaksaan sertifikasi berjalan amat lambat. Sebagai contoh dalam kurun waktu sepuluh tahun, mulai tahun 1997-2006, Amerika Serikat hanya mentargetkan seratus ribu guru untuk disertifikasi. Bandingkan dengan Indonesia yand dalam kurun waktu yang sama mentargetkan mensertifikasi 2,7 juta guru. Sebaliknya kebijakan yang sama telah berhasil meningkatkan kualitas kompetensi guru di Singapura dan Korea Selatan.

Direktorat Jendral peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan telah merencanakan program kegiatan dengan menggunakan dana APBNP tahun 2006 untuk menginp;ementasikan amanat UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (UUGD). Program tersebut antara lain pelaksanaan sertifikasi guru, peningkatan kualifikasi, peningkatan kompetensi guru didaerah tersebut, dan maslahat tambahan (penghargaan akhir masa bakti bagi guru dan beasiswa bagi putra-putri guru berprestasi/ berdedikasi).

  1. SERTIFIKASI PROPESI GURU

Undang-undang guru dan dosen merupakan suatu ketetapan politik bahwa pendidik adalah pekerja propesional yang berhak mendapatkan hak-hak sekaligus kewajiban propesional. Dengan itu diharapkan, pendidik dapat mengabdikan secara total pada propesinya dan dapat hidup layak dari propesi tersebut.

Pengertian sertifikasi secara umun mengacu pada national comition on educatinal service ( NCES) disebutkan “Certificacion is a procedure where by the state evaluate and review a teacher candidates credencial and provides him or her a licensi to teach”. Dalam kaitan ini ditingkat negara bagian ( Amerika serikat ) terdapat badan independen yang disebut the American assosation of colleges for teacher education (AACTE). Badan independen ini yang berwenang menilai dan menentukan apakah ijasah yang dimiliki oleh alon pendiddik layak atau tidak layak untuk diberikan lisensi pendidik.

Tujuan sertifikasi adalah untuk meningkatkan kualitas guru yang pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Guru dalam jabatan yang telah memenuhu syarat dapat mengikuti proses sertifikasi untuk mendapat sertifikat pendidik. Dalam APBNPP tahun 2006 depdiknas menargetkan untuk dapat melakukan uji sertifikasi terhadap 20.000 guru prioritas uji sertifikasi tahap awal ini adalah guru-guru yang mengajar dijenjang pendidikan dasar yang telah memenuhi persyaratan.

Adapun manfaat ujian sertifikasi guru dapat diberikan sebagai berikut:

    1. Melindungi propesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten yang dapat merusak citra propesi guru.

    2. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan propesional.

    3. Menjadi wahan penjaminan mutu bagi LPTK, dan kontrol mutu dan jumlah guru bagi pengguna layanan pendidikan.

    4. Menjaga lembaga penyelenggara pendidikan (LPTK) dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku.

    5. Memperoleh tunjangan propesi bagi guru yang lulus ujian sertifikasi.

  1. PENINGKATAN KUALIFIKASI GURU

Peningkatan kualifikasi guru disamping untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga layak untuk menjadi guru yang propesional, juga dimaksudkan agar guru yang bersangkutan dapat mengikuti uji sertifikasi setelah memperoleh ijasah S1/D4 serta mengikuti pendidikan propesi. Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi bagi guru-guru Sd dan SMP dengan menggunakan dana APBNP tahun 2006 nerupakan salah satu wujud implementasi UUGD.

Tentang iklan-iklan ini

4 Tanggapan to “KUALIFIKASI PENDIDIKAN GURU”

  1. ariefbenua Says:

    Numpang baca makalahnya, skalian download…..

  2. Yun Maroonta Says:

    makalahnya tidak tuntas?

  3. candra Says:

    thank’s ya dah buat mekalah bagus kek gni ……..
    numpang ngopy yea …….. hehehehheheheheh

  4. cici Says:

    terima kasih banyak, web ini sangat membantu saya. smg reverensi yg disajikan bertambah shg dpt menambah wawasan kami, trus untuk mata pelajaran wawasan kebangsaan rpp dan silabusnya ap sdh ada ya????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: