TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN TERPADU


Perencanaan Pembelajaran Terpadu
Dalam merancang pembelajaran terpadu di Sekolah Dasar terdapat tujuh langkah yang harus dilakukan yaitu :

1       4
Pilih dan tetapkan tema
pemersatu
Tetapkan pelajaran yang akan dipadukan

5
Buatlah pemetaan keterhubungan kompetensi dasar setiap mata pelajaran dengan tema pemersatu
5

2
Pelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dalam setiap mata pelajaran
6

6
Susun silabus pembelajaran dengan mengaitkan topik dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran

6

3
Pelajari hasil belajar dan indikator hasil belajar dalam setiap mata pelajaran
7
Susun satuan pembelajaran terpadu

1.    Penetapan Mata Pelajaran
Langkah ini sebaiknya dilakukan setelah membuat peta kompetensi dasar secara menyeluruh pada semua mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar dengan maksud terjadi pemerataan keterpaduan.

2.    Penetapan Kompetensi Dasar
Pada tahap ini dilakukan identifikasi kompetensi dasar pada jenjang kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu dengan menggunakan sebuah tema pemersatu.

Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

Bahasa
Indonesia     Matematika     Pengetahuan
Alam     Kerajinan Tangan dan Kesenian
Mendeskripsikan binatang disekitar (secara lisan)
Memahami konsep urutan bilangan cacah    Mendeskripsikan bagian-bagian yang tampak pada hewah disekitar rumah dan sekolah    Menanggapi berbagai unsur rupa: titik. garis, biang, warna dan bentuk

3.    Penetapan Hasil Belajar dan Indikatir
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah mempelajari dan menetapkan hasil belajar dari setiap mata pelajaran sehingga dapat diketahui materi pokok yang bisa dibahas secara terpadu.

Hasil Belajar

Bahasa
Indonesia     Matematika     Pengetahuan
Alam     Kerajinan Tangan dan Kesenian
Mendeskripsikan binatang secara rinci sesuai dengan ciri-cirinya menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat    Membilang bilangan

Membandingkan bilangan    Mengidentipikasi bagian-bagian utama tubuh hewan dan kegunaannya    Mengkomunikasikan gagasan imajinatif hasil pengamatan benda-benda di alam sekitar

Berdasarkan kompetensi dan indikator hasil belajar, diperoleh gambaran materi yang harus disiapkan guru sebagai berikut:

Materi Pokok

Bahasa
Indonesia     Matematika     Pengetahuan
Alam     Kerajinan Tangan dan Kesenian
Gambar tentang binatang disekitar    Urutan bilangan    Bagian-bagian tubuh hewan    Berbagai objek benda alam yang memiliki unsur rupa dua dan tiga dimensi

4.    Penetapan Tema
Setelah ketiga tahap diatas dilakukan, selanjutnya ditetapkan tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi dasar setiap mata pelajaran yang akan dipadukan pada jenjang kelas dan semester yang sama. Dalam pembelajaran terpadu, peran tema ini sangat penting terutama untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif yang dapat diwujudkan antara lain dalam berbagai hal sebagai beriku.

a.    Siswa mudah memusatkan perhatian pada satu tema.
b.    Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan memngembangkan beberapa kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam satu tema.
c.    Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
d.    Kompetensi dasar bisa dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan antar mata pelajaran dan pengalaman pribadi siswa.
e.    Siswa lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi dalam tema yang jelas.
f.    Siswa lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi yang nyata.
g.    Guru dapat menghemat waktu karena pelajaran disajikan secara terpadu.

Dalam mengembangkan tema-tema pembelajaran terpadu di Sekolah Dasar ada asfek yang perlu dipertimbangkan yaitu:
1.    Tema yang dipilih mungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa serta terkait dengan cara dan kebiasaan belajarnya.
2.    Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, termasuk minat dan kemampuan.
3.    Penetapan tema dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan siswa, dari hal termudah ke yang sulit, sederhana kekompleks, dari kongkrit ke abstrak.

Beberapa contoh tema yang bisa dipertimbangkan pengembangannya di Sekolah Dasar diantaranya:

• Diri sendiri
• Keluarga
• Pengalaman
• Lingkungan
• Kebersihan    • Permainan
• Transfortasi
• Hiburan
• Olah Raga
• Binatang

Ruang lingkup tema yang ditetapkan sebaliknya tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Tema yang terlalu luas bisa dijabarkan lagi menjadi anak tema atau subtema. Anak tema tersebut selanjutnya dikembangkan lagi menjadi suatu “pembicaraan” sebagai materi pembelajarannya. Bila digambar akan tampak seperti dibawah ini:

Pengalaman

Pengalaman lucu
Pengaaman menyenangkan
Pengalaman menyedihkan

Wacana
Karangan
Dialog

Contoh pengembangan tema menjadi anak tema

Dengan demikian dalam menentukan tema sebagai landas tumpu pembelajaran terpadu, guru dapat melakukan langkah-langkah: 1). Menetapkan tema, 2). Mengembangkan tema, 3). Memilih atau menetapkan anak tema, 4). Mengembangkan anak tema menjadi materi yang akan dipakai di kelas dalam pembelajaran.

5. Pemetaan Keterhubungan Kompetensi Dasar dan Tema Pemersatu
Pada tahap ini dilakukan pemetaan keterhubungan kompetensi dasar masing-masing mata pelajaran yang akan dipadukan dengan tema pemersatu. Pemetaan tersebut dapat dibuat dalam bentuk bagan atau matriks jaringan topik yang memperlihatkan kaitan antara tema pemersatu dengan kompetensi dasar dari setiap pembelajaran.
Coba anda perhatikan contoh pemetaan keterhubungan kompetensi dasar dengan tema pemersatu “BINATANG” dalam bagan dan matriks dibawah ini

MATEMATIKA
Memahami konsep urutan bilangan cacah
BAHASA INDONESIA
Mendeskripsikan binatang disekitar

Tema:
BINATANG

KERAJINAN TANGAN DAN KESENIAN
Menanggapi berbagai unsur rupa: garis, bidang, warna, bentuk.
PENGETAHUAN ALAM
Mendeskripsikan bagian-bagian yang tampak pada hewan disekitar rumah dan sekolah

Tentang iklan-iklan ini

6 Tanggapan to “TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN TERPADU”

  1. ayuk Says:

    tolong donk kirim contoh RPP terpadu antara bahasa indonesia dengan PKn kelas 5 sd..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: